DOKUMENTASI

Foto Kegiatan

Karyawan USP BINA MANDIRI yang mengikuti Pendidikan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam
yang dilaksanakan di :
Aula Universitas Negeri Medan Sumatera Utara
Karyawan Tergabung dari unit Pelayanan :
1. Tanjung Morawa
2. Kisaran
3. Pematangsiantar
4. Perdagangan
5. Aek Kanopan
6. Rantau Prapat
7. Kota Pinang
Karyawan yang mengikuti Pelatihan dari Regional II Sumatera Utara



Pengurus USP BINA MANDIRI yang mengikuti Pendidikan dalam Tingkat Mengekspansikan USP BINA MANDIRI di tingkat Nasional
yang dilaksanakan :
di Aula Universitas Negeri Medan Sumatera Utara
tergabung dari 6 Cabang :
1. Cabang Medan
2. Cabang Pematangsiantar
3. Cabang Rantau Prapat
4. Cabang Kisaran
5. Cabang Aek Kanopan
6. Cabang Kota Pinang
Pengurus yang mengikuti Pelatihan dari Regional II Sumatera Utara


Pedagang kaki lima yang dengan tekun dan bersemangat dalam menjajahkan dagangannya dan tergolong anggota USP BINA MANDIRI

Ketika Orang Nyenyak Tertidur Pulas, Aku Harus Bercucuran Keringat


Riau24-- Saat sebagian Orang sudah tertidur lelap, Aku malah harus berkeringat dan berpacu lelah, sambil membawa puluhan Kilogram sayur-mayur segar, untuk dapat kujual di pagi hari nanti.

Namaku Putra Pilliang, setahun yang lalu sudah tamat dari bangku persekolahan. Selain salah satu dari sekian banyak Pedagang, yang biasa menggelar dagangan di depan pelataran Pasar Cik Puan, jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Aku juga sebagai montir 'Tambal Ban', milik Orang Tuaku sendiri.

Memulai aktifitas hari ku, sejak tengah malam, atau bahkan dini hari. Sambil berjalan membawa gerobak milikku sendiri, dari jalan ahmad dahlan, hingga menuju persimpangan.

Biasanya Aku sudah dinanti oleh 'Toke' sayur langgananku, yang baru tiba dari luar Kota, dengan menggunakan mobil pick-up. Tidak begitu lama aku bertransaksi sayur, karena seperti biasa, pesananku sudah dieprsiapkan sebelumnya, diatas bak mobil jenis mini bus itu.

Sekitar jam dua sampai subuh menjelang, Aku dan para rekan-rekan sesama Pedagang, beristirahat sejenak sembari bercerita hangat, dengan menikmati secangkir kopi diikuti dengan sepiring Lontong, sebagai sarapanku. Ini biasa kami lewati, sambil menghabiskan sisa waktu subuh, hingga pagi menjelang.

Singkatnya, ketika matahari mulai menampakkan diri, bermacam jenis sayur daganganku, mulai Aku susun rapi, agar nanti Pembeli dengan mudah dan senang memilihnya.

Sampai menjelang siang sekitar pukul 11:00 Wib, Aku akan kembali kerumah, terkadang masih membawa sisa-sisa dagangan, dan akan aku jual kembali ke warung milik Orang Tuaku.

Usai berdagang sayur, Aku tidak serta merta bisa beristirahat dengan nyaman di rumah. Aku mesti singgah ke bengkel tambal ban, yang dijaga Orang Tuaku.

Larut sorepun tiba, bengkel tambal ban sudah Aku tutup. Setibanya di rumah, hasil keuntungan dari berdagang sayur, sebagian aku kumpulkan untuk biaya rencana Pernikahanku kelak. Dan setengahnya lagi, Aku berikan kepada Orang Tuaku, untuk membantu perekonomian Keluarga kami, ditambah uang hasil bengkel tambal ban tadi.

Ketika bulan mulai beranjak naik dari peraduannya, barulah Aku dapat merebahkan tubuhku, setelah seharian lelah membanting tulang.

Jika di hitung-hitung, waktu beristirahatku rata-rata hanya 4 sampai 5 jam saja. Dan rutinitas ini dimulai lagi, saat aku terbangun menjelang tengah malam hari. (Nof) - See more at: http://www.riau24.com/artikel/rubrik-ragam/433-ketika-orang-nyenyak-tertidur-aku-harus-bercucuran-keringat/#sthash.Vet3iSOZ.dpuf
Siantar (BM) Saat sebagian Orang sudah tertidur lelap, Aku malah harus berkeringat dan berpacu lelah, sambil membawa puluhan Kilogram sayur-mayur segar, untuk dapat kujual di pagi hari nanti.

Namaku Sri Murti, sebagai ibu rumah tangga juga sekaligus tulang punggung bagi keluarga dan memiliki 5 orang anak, setahun yang lalu sudah memulai berjualan dipasar. Selain salah satu dari sekian banyak Pedagang, yang biasa menggelar dagangan di depan pelataran Pasar Horas, jalan Sutomo, P. siantar Sumatera Utara . Aku juga sebagai tukang botot (Pengumpul barang bekas),.

Memulai aktifitas hari ku, sejak tengah malam, atau bahkan dini hari. Sambil berjalan membawa gerobak milikku sendiri, dari jalan ke jalan.

Biasanya Aku sudah dinanti oleh 'Toke' sayur langgananku, yang baru tiba dari luar Kota, dengan menggunakan mobil pick-up. Tidak begitu lama aku bertransaksi sayur, karena seperti biasa, pesananku sudah dieprsiapkan sebelumnya, diatas bak mobil jenis mini bus itu.

Sekitar jam dua sampai subuh menjelang, Aku dan para rekan-rekan sesama Pedagang, beristirahat sejenak sembari bercerita hangat, dengan menikmati secangkir kopi diikuti dengan sepiring Lontong, sebagai sarapanku. Ini biasa kami lewati, sambil menghabiskan sisa waktu subuh, hingga pagi menjelang.

Singkatnya, ketika matahari mulai menampakkan diri, bermacam jenis sayur daganganku, mulai Aku susun rapi, agar nanti Pembeli dengan mudah dan senang memilihnya.

Sampai menjelang siang sekitar pukul 11:00 Wib, Aku akan kembali kerumah, terkadang masih membawa sisa-sisa dagangan, dan akan aku jual kembali ke warung milik Tetangga.

Usai berdagang sayur, Aku tidak serta merta bisa beristirahat dengan nyaman di rumah. Aku mesti melakukan pekerjaan untuk mengumpulkan barang bekas,

Larut sorepun tiba, Setibanya di rumah, hasil keuntungan dari berdagang sayur, sebagian aku kumpulkan untuk biaya sekolah anak-anak ku. Dan setengahnya lagi, sebagai biya kebutuhan sehari-har. demi memperjuangkan kelangsungan hidup dan biaya anak untuk bersekolah

Ketika bulan mulai beranjak naik dari peraduannya, barulah Aku dapat merebahkan tubuhku, setelah seharian lelah membanting tulang.

Jika di hitung-hitung, waktu beristirahatku rata-rata hanya 4 sampai 5 jam saja. Dan rutinitas ini dimulai lagi, saat aku terbangun menjelang tengah malam hari.(ril/BM)
Ketika Orang Nyenyak Tertidur, Aku Harus Bercucuran Keringat - See more at: http://www.riau24.com/artikel/rubrik-ragam/433-ketika-orang-nyenyak-tertidur-aku-harus-bercucuran-keringat/#sthash.Vet3iSOZ.dpuf
Ketika Orang Nyenyak Tertidur, Aku Harus Bercucuran Keringat - See more at: http://www.riau24.com/artikel/rubrik-ragam/433-ketika-orang-nyenyak-tertidur-aku-harus-bercucuran-keringat/#sthash.Vet3iSOZ.dpuf
Ketika Orang Nyenyak Tertidur, Aku Harus Bercucuran Keringat - See more at: http://www.riau24.com/artikel/rubrik-ragam/433-ketika-orang-nyenyak-tertidur-aku-harus-bercucuran-keringat/#sthash.Vet3iSOZ.dpuf

Tidak ada komentar: